Desa Banyuurip

Kec. Gunem, Kab. Rembang
Prov. Jawa Tengah

Loading

Desa Banyuurip

Hari Guru

  • Hari
  • Jam
  • Menit
  • Detik
Info
SELAMAT DATANG DI DESA BANYUURIP NO PUNGLI SUAP DAN GRATIFIKASI KAMI SIAP MELAYANI DENGAN SEPENUH HATI, PELAYANAN MUDAH CEPAT GRATIS !!! NO CONTACT PELAYANAN : 085 230 139 124

Berita Desa

Komentar Terbaru

Desa Banyuurip merupakan sebuah desa yang masuk di wilayah Kecamatan Gunem, Kabupaten Rembang. Yang mana Kabupaten ini terletak di daerah pantai utara (pantura) wilayah paling timur dari Wilayah Jawa Tengah yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Tuban yang termasuk dalam Wilayah Jawa timur. Sedangkan Desa Banyuurip sendiri lebih dengan dengan jalan Rembang – Blora yang berada di dataran rendah.

Dewasa ini masih banyak masyarakat yang belum mengetahui asal-usul Desa Banyuurip, baik dari sejarah maupun cerita rakyat, mitos, legenda yang membahas tentang Desa Banyuurip, termasuk nama-nama dan pengertian arti kata dari Desa Banyuurip, perkembangan kehidupan masyarakatnya, baik sosial ekonomi, budaya, agama dan nama-nama tokoh yang ada, juga nama-nama Lurah/Kepala Desa Banyuurip dari masa ke masa. Apabila masyarakat tidak mengenal dan tidak mengetahui sejarah daerahnya sendiri, maka dapat dipastikan 50 tahun kedepan masyarakat akan tenggelam ditelan sejarah kelam masuknya sejarah dan budaya asing, dan masyarakat akan kehilangan jati dirinya serta tidak akan pernah tahu bagaimana yang sebenarnya tentang sejarah daerahnya sendiri.

Penulis akan mencoba untuk menceritakan terbentukanya/ babad Desa Banyuurip yang dikemas secara sederhana agar dapat dengan mudah untuk dipahami dan dimengerti oleh pembaca dengan harapan dapat disumbangkan untuk kepentingan ilmu pengetahuan dan tidak dilupakan oleh generasi mendatang.

Dahulu sebelum ada sebutan nama Desa Banyuurip, semua wilayah di area Desa Banyuurip masih berupa hutan belantara, banyak tumbuhan besar maupun kecil, semak belukar yang lebat dan banyak binatang liar yang menghuni hutan. Selain itu wilayah tersebut juga bisa dibilang angker. Kebanyakan orang tidak akan berani memasuki ke area yang merupakan hutan belantara tersebut, kecuali orang yang memiliki kelebihan ilmu beladiri atau ilmu magis. Karena apabila orang-orang biasa yang memasuki hutan ini kebanyakan tidak bisa kembali ke rumahnya atau akan pulang tinggal nama (meninggal).

Namun anehnya, pada suatu waktu ada seorang lelaki setengah baya yang tidak diketahui nama ada asal-usulnya berani untuk memasuki hutan belantara ini. Walau hutan ini secara kasat mata sudah terlihat menakutkan, orang ini dengan santainya berjalan menembus sepinya hutan dengan membawa sebilah senjata dan sebuah tongkat. Orang ini berpenampilan sangat lusuh, yang menandakan bahwa orang ini sudah berjalan begitu lama menerabas hutan.tetapi dari raut wajahnya orang ini tidak ada sedikitpun rasa lelah. Sudah bisa dipastikan bahwa orang ini bukanlah orang biasa, dia merupakan orang yang sakti. Beliau merambah hutan dengan sebilah senjata yang dibawanya dengan sangat hati-hati agar tidak mengusik hewan-hewan liar di dalam hutan tersebut.

Akhirnya sang lelaki setengah baya ini sampai di tengah hutan. Dia merasa haus dan lapar, kebetulan di hutan banyak sekali tumbuhan berbuah untuk dimakan. Buah-buah itu aman untuk dimakan, karena di sekitarnya banyak monyet bergelantungan yang memakan buah-buahan itu. Setelah makan, dia melanjutkan perjalanan dengan menebangi sebagian pohon-pohon kecil untuk dilewatinya. Setelah berjalan lama, rasa haus lelaki setengah baya ini tidak tertahankan lagi. Dia ingin segera menemukan sumber air untuk diminumnya. Tetapi dimana? Sedari tadi ia tidak menjumpai sumber air, apalagi di musim kemarau. Meskipun bagitu banyak tumbuhan rimbun memberi keteduhan, panasnya musim kemarau tetap terasa dan menambah parah rasa haus yang dirasakan lelaki tersebut. Setelah sekian lama memperhatikan sekitar, tiba-tiba ia melihat segerombolan burung terbang dari kejauhan. Dalam hati beliau berkata, “ada air”. Kemudian dengan tergesa beliau mencari sumber air tersebut. Setelah berjalan agak lama sampailah orang tersebut pada suatu tempat yang membuatnya takjub. Tempat tersebut seperti sebuah danau kecil (sendang) dengan air yang sangat jernih dan menyegarkan. Dia mengucapkan rasa syukur dan segera meminum air dari sendang itu dengan nikmatnya. Tak lupa ia membasuh wajahnya untuk menghilangkan rasa lelah. Lalu beliau memperhatikan pemandangan disekitar sendang. Sendang itu terlihat sangat indah, sumber airnya kecil namun tak pernah berhenti mengalir. Sehingga sendang penuh terisi air. Selama berjalan sejauh itu, baru kali ini beliau menjumpai sumber air yang begitu jernih dengan pemandangan disekitarnya begitu indah.

Orang itu kemudian duduk di sebuah batu besar untuk beristirahat sebentar. Kebetulan batu yang diduduki berbentuk lebar dan besar. Dalam istirahatnya tiba-tiba datang seorang kakek tua yang bermaksud mengambil air. Kakek tua itu terkejud melihat ada seorang lelaki setengah baya yang berani menduduki batu besar itu. Padahal batu itu dianggap batu yang berpenghuni dan wingit. Lalu si lelaki sakti setengah baya itu tersenyum sambil berkata “kemarilah mbah, jangan takut. Apa kau tau nama daerah ini ?”. Namun sang pria tua itu tidak menjawab dan hanya menggelengkan kepala. Menandakan bahwa daerah itu belum memiliki nama.

Sang lelaki sakti itu tersenyum dan berkata “Baiklah, bila daerah ini belum memiliki julukan maka aku akan memberi nama untuk daerah ini. Setelah melihat sumber air yang tidak pernah habis dan aku merasakan segarnya airnya, besok dikemudian hari bila daerah ini mulai ramai namailah dengan Banyuurip. Banyuurip berasal dari kata Banyu dan Urip. Banyu berarti Air dan Urip berarti Hidup yang kuambil berdasarkan sumber air ini.

Lalu orang sakti itu melanjutkan perjalanannya, karna masih ada tugasnya yang masih belum terpenuhi. Dan batu yang habis di duduki pria sakti itu kemudian di usap oleh pria tua. Si pria tua itu memegang batu sambil mengangguk-angguk, dalam hatinya berkata “orang yang sakti, pintar. Dia mungkin dukun.” Sehingga akhirnya batu itu kini dijuluki dengan Watu Dukun. Itulah kisah asal-usul adanya Desa Banyuurip.

Beri Komentar

Pamong Desa

Sekretaris Desa

JURIYANTO

Kasi Pemerintahan

SITI MUSLIKAH

Kaur Umum Dan Perencanaan

RETNO MARTI WULANDARI

Kaur Keuangan

KUSRIN

Kasi Pelayanan

SURADI

Kasi Kesejahteraan

SUTAJI

Kepala Desa

Suwarno Dharma Mihardja

Transparansi Anggaran

APBDes 2022 Pelaksanaan

PENDAPATAN

Realisasi | Anggaran

Rp. 1,594,468,000Rp. 1,594,468,000

100%

BELANJA

Realisasi | Anggaran

Rp. 679,321,030Rp. 1,650,198,383

41.17%

PEMBIAYAAN

Realisasi | Anggaran

Rp. 55,730,383Rp. 55,730,383

100%

APBDes 2022 Pendapatan

Dana Desa

Realisasi | Anggaran

Rp. 806,532,000Rp. 806,532,000

100%

Bagi Hasil Pajak dan Retribusi

Realisasi | Anggaran

Rp. 34,941,000Rp. 34,941,000

100%

Alokasi Dana Desa

Realisasi | Anggaran

Rp. 297,995,000Rp. 297,995,000

100%

Bantuan Keuangan Provinsi

Realisasi | Anggaran

Rp. 305,000,000Rp. 305,000,000

100%

Bantuan Keuangan Kabupaten/Kota

Realisasi | Anggaran

Rp. 150,000,000Rp. 150,000,000

100%

APBDes 2022 Pembelanjaan

BIDANG PENYELENGGARAN PEMERINTAHAN DESA

Realisasi | Anggaran

Rp. 156,011,530Rp. 343,591,183

45.41%

BIDANG PELAKSANAAN PEMBANGUNAN DESA

Realisasi | Anggaran

Rp. 55,870,000Rp. 563,391,000

9.92%

BIDANG PEMBINAAN KEMASYARAKATAN

Realisasi | Anggaran

Rp. 163,839,500Rp. 182,384,200

89.83%

BIDANG PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

Realisasi | Anggaran

Rp. 163,200,000Rp. 168,707,000

96.74%

BIDANG PENANGGULANGAN BENCANA, DARURAT DAN MENDESAK DESA

Realisasi | Anggaran

Rp. 140,400,000Rp. 392,125,000

35.8%
Pamong Desa

JURIYANTO

Sekretaris Desa

SITI MUSLIKAH

Kasi Pemerintahan

RETNO MARTI WULANDARI

Kaur Umum Dan Perencanaan

KUSRIN

Kaur Keuangan

SURADI

Kasi Pelayanan

SUTAJI

Kasi Kesejahteraan

Suwarno Dharma Mihardja

Kepala Desa